Ahmad Izzuddin
  • Pemikiran
  • Artikel
  • Karya Publikasi
  • Unduh
    • Unduh Presentasi
    • Unduh Jurnal dan Artikel
No Result
View All Result
Ahmad Izzuddin
  • Pemikiran
  • Artikel
  • Karya Publikasi
  • Unduh
    • Unduh Presentasi
    • Unduh Jurnal dan Artikel
No Result
View All Result
Ahmad Izzuddin
No Result
View All Result
Prof Ahmad Izzuddin Imbau Masyarakat Tunggu Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 2026

Prof Ahmad Izzuddin Imbau Masyarakat Tunggu Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 2026

Ahmad Izzuddin Oleh Ahmad Izzuddin
16 Maret 2026
dalam Berita
0
Share on FacebookShare on Twitter

Menjelang akhir Ramadan 1447 H pada Maret 2026, berbagai spekulasi mengenai kapan Hari Raya Idulfitri mulai muncul di tengah masyarakat. Menanggapi hal itu, Guru Besar UIN Walisongo Semarang sekaligus Ketua Asosiasi Ahli Falak Asia Tenggara, Prof. Ahmad Izzuddin, mengimbau masyarakat agar tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat sebelum menentukan tanggal Lebaran.

Dalam kegiatan Tadarus Falakiyah yang diselenggarakan PWNU Jawa Tengah di Semarang, ia menjelaskan bahwa posisi hilal pada Kamis, 19 Maret 2026, diperkirakan masih sangat rendah di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi tersebut belum sepenuhnya memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan oleh MABIMS, yaitu tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat agar bulan sabit baru dapat dinyatakan terlihat.

You might also like

Prof Izzuddin Paparkan Kriteria Hilal Penentu 1 Syawal 1447 Hijriah

Prof Izzuddin Paparkan Kriteria Hilal Penentu 1 Syawal 1447 Hijriah

16 Maret 2026

Menurutnya, meskipun di wilayah paling barat Indonesia seperti Aceh posisi hilal sedikit lebih tinggi, keberadaannya tetap harus dibuktikan melalui pengamatan langsung (rukyatul hilal) yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Ia juga menegaskan bahwa laporan pengamatan hilal perlu diverifikasi secara ketat karena tidak jarang ada klaim melihat hilal padahal secara astronomis kondisi bulan belum memungkinkan untuk diamati.

Prof. Izzuddin menambahkan bahwa perkembangan teknologi, seperti kamera beresolusi tinggi dan teleskop robotik, seharusnya membantu meningkatkan ketepatan observasi, bukan justru menimbulkan informasi yang belum terverifikasi. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada klaim di media sosial yang menyebutkan tanggal Lebaran secara sepihak.

Ia menegaskan bahwa keputusan sidang isbat merupakan mekanisme terbaik untuk menyatukan berbagai data hisab dan hasil rukyat sehingga dapat menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Indonesia dalam menentukan awal Syawal dan merayakan Idulfitri secara serentak.

Tags: Ahmad IzzuddinFalakiyahIdulfitri 2026NU OnlineSidang Isbat
Ahmad Izzuddin

Ahmad Izzuddin

Related Stories

Prof Izzuddin Paparkan Kriteria Hilal Penentu 1 Syawal 1447 Hijriah

Prof Izzuddin Paparkan Kriteria Hilal Penentu 1 Syawal 1447 Hijriah

Oleh Ahmad Izzuddin
16 Maret 2026
0

Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026....

Next Post
Prof Izzuddin Paparkan Kriteria Hilal Penentu 1 Syawal 1447 Hijriah

Prof Izzuddin Paparkan Kriteria Hilal Penentu 1 Syawal 1447 Hijriah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pemikiran
  • Artikel
  • Karya Publikasi
  • Unduh

© 2026 Ahmad Izzuddin - Dikembangkan oleh JSS.

No Result
View All Result
  • Pemikiran
  • Artikel
  • Karya Publikasi
  • Unduh
    • Unduh Presentasi
    • Unduh Jurnal dan Artikel

© 2026 Ahmad Izzuddin - Dikembangkan oleh JSS.