Ahmad Izzuddin
  • Pemikiran
  • Artikel
  • Karya Publikasi
  • Unduh
    • Unduh Presentasi
    • Unduh Jurnal dan Artikel
No Result
View All Result
Ahmad Izzuddin
  • Pemikiran
  • Artikel
  • Karya Publikasi
  • Unduh
    • Unduh Presentasi
    • Unduh Jurnal dan Artikel
No Result
View All Result
Ahmad Izzuddin
No Result
View All Result
Prof Izzuddin Paparkan Kriteria Hilal Penentu 1 Syawal 1447 Hijriah

TRIBUN TOPIC - Ketua Umum Ahli Falak Asia Tenggara sekaligus Guru Besar Ilmu Falak UIN Walisongo, Prof Dr KH Ahmad Izzuddin MAg (kanan) memaparkan persiapan dan kriteria rukyatul hilal dalam Tribun Topic yang tayang di Youtobe Tribun Jateng, pada Jumat (13/3/2026). Screeshot Youtobe Tribun Jateng

Prof Izzuddin Paparkan Kriteria Hilal Penentu 1 Syawal 1447 Hijriah

Ahmad Izzuddin Oleh Ahmad Izzuddin
16 Maret 2026
dalam Berita
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026. Penetapan tersebut dilakukan setelah rangkaian rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Pengamatan hilal tidak dilakukan secara sembarangan. Terdapat sejumlah kriteria ilmiah yang menjadi acuan, seperti ketinggian hilal serta elongasi, yaitu sudut jarak antara bulan dan matahari. Kedua parameter ini digunakan untuk menentukan kemungkinan hilal dapat terlihat.

You might also like

Prof Ahmad Izzuddin Imbau Masyarakat Tunggu Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 2026

Prof Ahmad Izzuddin Imbau Masyarakat Tunggu Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 2026

16 Maret 2026

Prof Ahmad Izzuddin Diundang Hadiri Sidang Isbat

Persiapan rukyatul hilal itu dijelaskan oleh Ketua Umum Ahli Falak Asia Tenggara sekaligus Guru Besar Ilmu Falak UIN Walisongo, Prof. Dr. KH Ahmad Izzuddin, dalam program Tribun Topic yang dipandu News Manager Tribun Jateng, Iswidodo. Wawancara tersebut kemudian ditranskrip oleh reporter Fajar Bahruddin Achmad.

Dalam wawancara itu, Ahmad Izzuddin mengatakan dirinya diundang untuk mengikuti sidang isbat sebagai bagian dari tim ahli. Ia berharap kehadiran para pakar dapat memberikan masukan kepada pemerintah apabila terdapat data yang memerlukan analisis lebih mendalam sebelum penetapan keputusan.

Ahmad Izzuddin sendiri telah berkecimpung di Lembaga Falakiyah PBNU sejak tahun 2000 dan saat itu dipercaya menangani bidang ilmu falak.

Penentuan Idulfitri Bergantung Hasil Pengamatan Hilal

Terkait kemungkinan awal Idulfitri, ia menjelaskan bahwa 19 Maret 2026 yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah menjadi waktu penting untuk menentukan apakah malam Jumat sudah memasuki Hari Raya Idulfitri atau masih melaksanakan salat tarawih.

Jika malam tersebut menjadi tarawih terakhir, maka Idulfitri baru akan dirayakan pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Ia menambahkan, di Indonesia terdapat berbagai metode hisab atau perhitungan astronomi untuk menentukan awal bulan Hijriah. Pemerintah melalui Kementerian Agama secara rutin menggelar forum kerja hisab rukyat guna menghimpun dan membandingkan berbagai data perhitungan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, menurutnya, telah ditemukan data yang memiliki tingkat akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan bisa dijadikan acuan untuk verifikasi.

Data Astronomi Hilal Masih Dalam Kondisi Kritis

Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtimak atau konjungsi bulan diperkirakan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB. Sementara itu, ketinggian hilal di Indonesia diperkirakan berada pada kisaran 1 derajat 5 menit hingga sekitar 3 derajat 6 menit di wilayah Sabang.

Ketinggian tersebut sebenarnya sudah mendekati kriteria minimal yang memungkinkan hilal dapat terlihat. Namun, dari sisi elongasi, nilainya masih berada pada kisaran 4 derajat 30 menit hingga sekitar 6 derajat 6 menit, yang masih sedikit di bawah kriteria kesepakatan visibilitas hilal yaitu ketinggian minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat.

Karena posisinya berada pada kondisi yang cukup kritis, hasil pengamatan hilal pada hari tersebut dinilai sangat menentukan. Jika ada laporan terlihatnya hilal, khususnya dari wilayah Aceh, maka laporan tersebut akan diverifikasi secara ketat untuk memastikan bahwa objek yang dilihat benar-benar hilal.

Hasil Pengamatan Aceh Jadi Penentu

Ia menjelaskan bahwa pemerintah menggunakan prinsip kesatuan wilayah dalam penetapan awal bulan. Artinya, jika hilal berhasil terlihat di satu wilayah Indonesia, maka keputusan tersebut dapat berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia.

Oleh karena itu, sidang isbat tidak akan langsung ditutup setelah waktu magrib di Jakarta. Pemerintah akan menunggu hasil pengamatan dari wilayah paling barat Indonesia seperti Aceh, yang waktu magribnya lebih lambat.

Untuk memastikan keakuratan laporan pengamatan, Kementerian Agama juga akan membentuk tim khusus yang bertugas melakukan validasi jika ada klaim hilal terlihat. Selain mekanisme sumpah di hadapan hakim, verifikasi ilmiah juga akan dilakukan agar laporan tersebut dapat dipastikan secara sains.

Lokasi Rukyatul Hilal di Jawa Tengah

Di Jawa Tengah, rukyatul hilal direncanakan berlangsung di sejumlah lokasi, di antaranya Planetarium Observatorium UIN Walisongo Semarang, Pasujudan Sunan Bonang di Lasem Rembang, Pantai Padelan Ayah Kebumen, Pantai Kartini Jepara, serta Pantai Alam Indah Tegal.

Melalui pengamatan di berbagai titik tersebut, diharapkan diperoleh data yang akurat mengenai kemungkinan terlihatnya hilal di wilayah masing-masing.

Imbauan Saling Menghormati Jika Terjadi Perbedaan

Ahmad Izzuddin juga mengingatkan masyarakat untuk menyikapi potensi perbedaan penetapan Idulfitri dengan bijak. Menurutnya, setiap kelompok memiliki dasar ijtihad masing-masing dalam menentukan awal Syawal.

Karena itu, sikap saling menghormati dan memahami menjadi hal yang penting agar perbedaan tidak menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Ia berharap di penghujung Ramadan ini seluruh umat Islam dapat memperoleh keberkahan dan ridho dari Allah SWT.

Tags: Ahmad IzzuddinIdulfitri 2026Kriteria HilalSidang Isbat
Ahmad Izzuddin

Ahmad Izzuddin

Related Stories

Prof Ahmad Izzuddin Imbau Masyarakat Tunggu Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 2026

Prof Ahmad Izzuddin Imbau Masyarakat Tunggu Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 2026

Oleh Ahmad Izzuddin
16 Maret 2026
0

Menjelang akhir Ramadan 1447 H pada Maret 2026, berbagai spekulasi mengenai kapan Hari Raya Idulfitri mulai muncul di tengah masyarakat....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pemikiran
  • Artikel
  • Karya Publikasi
  • Unduh

© 2026 Ahmad Izzuddin - Dikembangkan oleh JSS.

No Result
View All Result
  • Pemikiran
  • Artikel
  • Karya Publikasi
  • Unduh
    • Unduh Presentasi
    • Unduh Jurnal dan Artikel

© 2026 Ahmad Izzuddin - Dikembangkan oleh JSS.